Langsung ke konten utama

Minggu, 08/07/2018 - 21:05


haii, gua rafly. ini gua random banget keinget waktu smp gua pernah buat blog tapi isinya artikel copas dari orang semua wkwk tapi sekarang gua mau masukin karya tulis essai pertama yang gua buat. tau kenapa gua buat essai? haha saat itu gua dapet rekomendasi untuk ikut nih seleksi tunas muda pemimpin kota tangerang selatan dan syaratnya buat essai, itung-itung hadiahnya lumayan wkwk gade, tapi yaa dari situ lah gua mulai suka menulis artikel. jadi inshaallah kedepan nya blog gua ini bakal update terus aamiin, hahaha doain aja semoga gua gak malesan. semoga essai gua juga bisa jadi refrensi buat lu semua yang lagi nyari contoh essai juga. so................................. ini diaa!!!


KAWAH KEPEMIMPINAN PEMUDA KOTA TANGERANG SELATAN

          Sebagai warga kota Tangerang Selatan yang sudah terbilang cukup lama tinggal di kota yang merupakan pemekaran dari kota Tangerang dan masih sangat kental dengan budaya sunda, maka saya buka tulisan ini dengan sapaan khas orang sunda. Sampu Rasun! Perkenalkan saya Muhamad Rafly Ramadhani, saya lahir pada tanggal 14 Desember 2001 di sebuah kota yang dahulunya dikenal dengan nama Batavia dan akhirnya berganti nama yaitu Jakarta. Saya memiliki 2 adik, laki-laki dan perempuan. Kedua orang tua saya yang merupakan asli kelahiran Palembang mewariskan sifat-sifatnya kepada anak nya. Saya yang masih memiliki sifat bossy dan bawel mewarisi sifat dari ibu saya dan kedua adik saya yang mewarisi sifat ayah saya. Tetapi jangan salah, bawel tidak selalu buruk, justru karena bawel inilah saya menjadi lebih pandai berbicara di depan umum dan lebih percaya diri berdiri di hadapan orang banyak juga membawa keceriaan di sekeliling saya.   Dari semasa saya TK sampai SMA, saya termasuk orang yang aktif dan ingin bergaul dengan banyak orang, terbukti saat saya duduk di bangku SMP, saya mulai mencoba bergabung di organisasi OSIS dan sampai saat ini saya duduk di bangku SMA, saya masih aktif di organisasi tersebut. Semakin saya kenal dengan banyak orang, disitulah saya juga menemukan letak kekurangan yang saya miliki. Saya orang yang terkadang sedikit egois, mudah marah, dan juga sedikit pelupa. Namun kita sadari bahwa setiap individu memiliki kelebihan dan kekurangan, keduanya saling melengkapi menjadi satu kesatuan, tak bisa dipisahkan karena manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang tidak sempurna. 
        Masa saat saya duduk di bangku SMP merupakan awal dari perjalanan saya mengikuti organisasi. Dapat dikatakan bahwa pada masa-masa itu, pikiran saya mulai terbuka tentang banyak hal dan  akhirnya saya menemukan jati diri saya menggemari semua hal tentang organisasi. Tidak disangka awal perjalanan saya ini membawa dampak yang besar dan positif untuk diri saya. Di bangku kelas 8 saya mulai bergabung menjadi pengurus OSIS dan alhamdulillah saya diberi amanah menjadi Ketua OSIS di SMP. Setelah 1 tahun yang menguras tenaga dan pikiran, berbagai ilmu sudah saya dapatkan dan mulai disitulah saya menyadari bahwa organisasi merupakan passion yang saya senangi.  Tidak hanya berhenti disitu, saya kembali mendaftarkan diri menjadi pengurus OSIS di bangku kelas X, lalu saya menjabat sebagai Wakil Ketua OSIS II. Setahun saya di SMA, saat ini saya duduk di bangku kelas XI saya di beri amanah kembali untuk mengemban tanggung jawab besar yaitu menjadi Ketua OSIS di SMA. Saya menjalani sebanyak 33 program kerja, di antaranya yaitu Moonzher Cup , Moonzher Civics Competition, Moonzher Islamic Festival,
Moonzher Scout Competition, Moonzher Culture Art Exhibiton (CREARTE), Moonzher Edu Fair dan program kerja lainnya. Saya juga aktif dalam ekstrakurikuler Paduan Suara dan mengikuti berbagai lomba di tingkat sekolah sampai nasional. Selama saya menjabat sampai sekarang ini, banyak undangan kegiatan seminar maupun lainnya yang sudah saya ikuti, salah satunya yaitu seminar kepemudaan yang diadakan oleh KEMENPORA selama 2 hari. Menurut saya, dengan mengikuti banyak kegiatan keorganisasian, anak dapat belajar lebih banyak lagi mengenai apa itu organisasi, memecahkan masalah dalam berorgansasi, belajar membagi waktu dengan baik, menghadapi berbagai karakter tiap orang yang berbeda, membentuk karakter anak dalam kehidupan sehari-hari serta mendapatkan pelajaran hidup yang tidak akan didapatkan di dalam kelas. Modal organisasi ini sangat dibutuhkan pada anak ketika mereka beranjak dewasa nantinya.
           
        Kegiatan seminar kepemudaan kota Tangerang Selatan yang saya ikuti memberikan banyak ilmu yang bisa saya dapatkan dan saya bagi kepada teman-teman saya yaitu bagaimana kita sebagai pemuda dapat memajukan kota Tangerang Selatan ini dan menjadi pemuda yang dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Ikut serta dalam kegiatan besar seperti Moonzher Cup, MCC, MIFEST, MSC membuat saya belajar bagaimana mengorganisasi suatu kegiatan besar, menghadapi berbagai orang yang berbeda karakter dan menyatukan semua pikiran berbeda dengan 1 tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kreativitas dan cinta terhadap budaya Indonesia dengan mengikuti kegiatan Moonzher Culture Art Exhibition.   Semua kegiatan yang saya ikuti membuat saya belajar bagaimana dapat menjadi seorang pemimpin yang bisa menjadi pendengar yang baik bagi anggotanya, membuka pikiran saya bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan dan disitulah tugas seorang pemimpin harus bisa memposisikan diri di antara teman-temannya. Prinsip yang saya terapkan pada organisasai yang saya jalani adalah bahwa setiap organisasi membutuhkan 2 hal penting yaitu hati dan otak. 2 hal tersebut penting karena apabila dalam suatu organisasi hanya mengandalkan otak saja maka dalam menjalankan organisasi tersebut orang-orang tidak akan merasa nyaman sehingga rasa kebersamaan dan kekeluargaan dalam berorganisasi akan tidak terasa dan berdampak pada perpecahan organisasi. Begitu pun sebaliknya, apabila hanya mengandalkan hati maka tata kelola dan kinerja pengurus akan tidak teratur. 

          Tangerang Selatan merupakan kota yang masih muda. Kota ini merupakan hasil pemekaran kota Tangerang pada tahun 2008 Sebagai kota muda, masih banyak permasalahan yang menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah Kota Tangerang Selatan terutama pada masalah moral dan sikap pada anak di kota Tangerang Selatan. Anak merupakan aset utama bagi negara dalam menghadapi era globalisasi  karena masa depan bangsa ada di tangan  mereka. Oleh sebab itu, pemerintah kota Tangerang Selatan seharusnya meminimalisasi masalah yang bisa mengancam moral pada anak.  Saya sebagai pelajar yang tinggal di kota Tangerang Selatan, seringkali menemukan berbagai macam masalah pada anak sebaya saya yang di sebabkan karena kurangnya didikan moral pada anak. Beberapa diantaranya saya seringkali melihat anak di bawah umur sudah berani mencoba merokok, meminum-minuman keras bahkan mencoba obat-obatan terlarang.


      Oleh karena itu, saya akan memberikan program dan ide yang diharapkan dapat menjadi solusi untuk memecahkan masalah tersebut yaitu Latihan Dasar Kepemimpinan kota Tangsel. Latihan Dasar Kepemimpinan merupakan kegiatan untuk melatih jiwa kepemimpinan pada anak. Peserta dididik bagaimana seharusnya setiap orang harus memiliki jiwa pemimpin pada dirinya sendiri. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dan diisi dengan pemberian materi, motivasi dan suatu kegiatan positif yang dapat meningkatkan jiwa kepemimpinan pada anak. Kegiatan dan materi yang diberikan akan dibuat berbeda dan tidak hanya di dalam ruangan, tetapi mengandalkan alam sekitar juga agar anak dapat menerima materi dengan baik dan dapat diaplikasikan di kehidupannya sehari-hari dan mampu memberikan pengaruh yang positif di kalangan teman-teman sebayanya.


      Dengan adanya program Latihan Dasar Kepemimpinan kota Tangsel, saya berharap dapat memperbaiki moral dan perilaku anak di bangku SMP-SMA di Tangerang Selatan lebih baik dan semestinya seorang pelajar, membuka pikiran pemuda di tangsel untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang membawa dampak positif terhadap dirinya dam dapat memilih pergaulan dengan baik. Berbagai tantangan yang dihadapi oleh setiap individu maupun kelompok dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan ini tentunya memiliki sifat membangun karakter anak ke arah yang positif. Program ini sendiri merupakan program dengan jangka waktu panjang dan berkelanjutan untuk terus menjaga agar tidak merosotnya moral anak di kota Tangerang Selatan. Latihan Dasar Kepemimpinan ini melibatkan pihak sekolah dan pemerintah. Semoga program ini dapat menjadi solusi terbaik untuk mengurangi kasus-kasus yang disebabkan karena kurangnya pendidikan moral di kota Tangerang Selatan ini.

Komentar